Wuku Watu Gunung - Batara Anantaboga

Penggambaran Wuku Watugunung berdasarkan brimbon jawa adalah sebagai berikut:
Raden Watugunung (kiri) menghadap Batara Antaboga dan Nagagini.
Gambar Candhi di depan yakni senang semadi, meditasi dengan laku seperti pandhita
Pohonnya adalah pohon Wijayakusuma, bagus parasnya, tetapi tidak senang bergaul dengan orang banyak.
Burungnya adalah burung Gogik, pemalu.
Perwatakan dan sikap Wuku Watugunung adalah sebagai berikut :
Kelebihannya : teliti, hati-hati, mempunyai cita-citanya tinggi, romantis, senang mendoakan orang agar mendapat pengampunan.
Kelemahannya : pencemburu, sering gelisah, bimbang dan mudah tersinggung
Bencananya : karena penganiayaan.
Hari naas : tidak jelas.
Hari baik : tidak jelas.
Untuk mencegah agar terhindar dari celaka perlu mengupayakan slametan. Caranya adalah membuat tumpeng dang-dangan beras atau meliwet/memasak beras dengan cara di-dang (memakai kukusan). Banyaknya beras yang di-dang adalah sapitrah atau 3,5 kg. Lauknya ikan air tawar dan daging jenis burung, buah-buahan, jadah, macam-macam bubur, serta sayur 9 macam, disertai doa keselamatan.
Selain itu, selama 7 hari setelah slametan, yang bersangkutan tidak boleh pergi ke arah Timur, karena tempat bersemayamnya bencana yang digambarkan sebagai Batara Kala berada di Timur.
Terima kasih
BalasHapus